Selasa, 27 Desember 2011

Keranda Kuntilanak (2011) VCDRip



Info: Film Indonesia
Release Date: 22 September 2011
Genre: Horror | Comedy
Cast: Anastasya Octavian, Fiona Fachry, Indra Brotolaras, Munazat Radittya, Stefan William, Tifany Jane, Yessa Lona, Zaky Zimah
Quality: VCDRip
Encoder: hydedy@Ganool 
Subtitle: N/A
Sinopsis:
Abby (Tifany Jane) dan Ikke (Fiona Fachry) tidak pernah menduga bahwa kost mereka yang dulunya aman dan tentram, tiba-tiba menjadi seram. Setiap malam, ada saja kejadian aneh yang menimpa mereka berdua.  Cody (Indra Brotolaras), kekasih Ikke, dan DJ (Zaky Zimah), cowok manis tapi lugu,  yang sering mampir ke kost mereka, juga kena batunya.

Suatu hari Steff (Stefan William) datang berkunjung menemui pacaranya, Abby. Steff yang seorang artis sinetron menjadi daya tarik terutama buat Dj yang memang ingin menjadi artis. Tapi ternyata kedatangan Steffpun diganggu juga.

Sampai suatu saat Tasya (Anastasya Octavian) adik Abby yang cantik, datang dan tinggal bersama mereka. Namun sesaat setelah tinggal di kost tersebut, Tasya malah melihat penampakan seorang perempuan berambut panjang yang senantiasa mengikuti dirinya. Tasya yang tidak mau dianggap anak kecil, tidak berani menceritakan hal ini pada yang lain.

Padahal setiap orang dari mereka pun mengalami gangguan yang sama. Ketika akhirnya salah satu dari mereka jadi korban, jadi stress hingga masuk rumah sakit. Mereka pun memutuskan bahwa mereka harus bertindak, tidak ada jalan lain untuk lepas dari gangguan ini, kecuali…. Pergi jalan-jalan!

Mereka memutuskan untuk pergi ke villa di pinggir danau. Berharap dengan jauh dari kehidupan mereka sehari-hari, kuntilanak tersebut tidak lagi mengganggu mereka. Namun ternyata, mereka salah besar. Sosok kuntilanak tersebut ingin menyampaikan sesuatu pada mereka, meminta sesuatu yang selama ini dirahasiakan dari siapa pun juga. Jika rahasia ini terbongkar, maka salah satu dari mereka pun harus jadi korban.

Siapa korbannya? Abby, Ikke, Tasya, Cody, ataukah DJ?
 
 

 

COPY PASTE UNTUK DOWNLOAD 
http://adf.ly/4NH1j
http://adf.ly/4NH2f
http://adf.ly/4NH3v
http://adf.ly/4NH53
Pass : ganool

GOMBALAN LUCU TERBARU 2012


Cinta aku ke kamu tuh ibarat bulu ketek. Meski dicukur terus, dy bakal ttp tumbuh. Bahkan lebih lebat.
Cinta aku ke kamu itu ibarat bulu idung.. Idung ga akan bisa tanpa bulunya, begitu jg aku tanpa kamu.
Cinta kita itu kaya bulan sm matahari. Meski ada dilangit yang sama, tapi ga akan pernah bertemu.
yg paling menderita ngeliatin org pacaran makan malem bareng keluarga ya jomblo ngekos :p
Org klo botak didpn artinya suka mikir.. Kalau di belakang artinya dia pintar.. Kalau depan belakang dia pikir dia pintar!
Kalo macet gausa klakson2! Emg tuh klakson bisa bikin jalanan jd lancar?! Kampungan!
Tau arti cewe WABAH? Cewe yg dari belakang WAH! Dari depan BAH!! *kenyot kecebong*
Oh ini twitter yah? Kirain tmpt perkumpulan FBI. Abis banyak mata2 TL sih
Oh ini twitter yah? Kirain diary.. Abisnya banyak yg curhat di TL sih
manusia itu tak boleh mencintai sesama jenis, maka bercintalah dengan lain jenis seperti monyet, babi anjing dan binatang lainnya
Contek mencontek itu bukan kecurangan di kalangan pelajar, tapi tradisi
Wanita itu kaya lampu trafic light, kalo lagi merah itu gk boleh di terobos
Lebih baik kamu NEGATIVE thinking dari pada kamu POSITIVE hamil.
ROKOK TIDAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN selama TIDAK ADA KOREKNYA
Niat belajar, cek tl, banyak mention, keasyikan, ngantuk, tidur, ga jadi belajar
Seseorang bakal terasa berharga saat kita kehilangannya.Pengen bikin pasanganmu berharga? Tinggalkan dia~ B)
Hewan apa yang minta dicium? Cium-Me Cium-Me
NAK INI TWITTER BARU BAPAK, CEPAT DI FOLLOW, JGN DIHUBUNGI DULU BAPAK LAGI DI KANTOR POLISI !
Ini twitter yah? Kirain tong sampah. Abis banyak yang nyampah sih
Tak perlu kau ucapkan kata-kata indah untukku, sesungguhnya yg kubutuhkan cuma hartamu
Tak perlu kau ucapkan kata-kata indah untukku, sesungguhnya yg kubutuhkan adalah pembuktianmu
Dulu mau boker diem2 aja. Jaman sekarang, mau boker ja ngetwit dulu.. “Duh pengen boker”
KoesPlus pasti sedih ngeliat jomblo2 masa kini yg suka galau. Karena klo mereka dulu malah senang.

Minggu, 18 Desember 2011

LEGENDA DAN SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN BATANG

Menurut  legenda, Batang berasal dari kata= Ngembat- Watang yang berarti mengangkat batang kayu. Hal ini diambil dari peristiwa kepahlawanan Ki Ageng Bahurekso, yang dianggap dari cikal bakal Batang. Adapun riwayatnya diungkapkan sebagai berikut:
Konon pada waktu Mataram mempersiapkan daerah- daerah peratanian untuk mencukupi persediaan beras bagi para prajurit Mataram yang akan mengadakan penyerangan ke Batavia, Bahurekso mendapat tugas membuka hutan Roban untuk dijadikan daerah pesawahan. Hambatan dalam pelaksanaan tesebut ternyata cukup banyak. Para pekerja penebang hutan banyak yang sakit dan mati karena konon diganggu oleh jin, setan peri prayangan, atau siluman- siluman penjaga hutan Roban, yang dipimpin raja mereka Dadungawuk. Namun berkat kesaktian Bahurekso, raja siluman itu dapat dikalahkan dan berakhirlah gangguan-gangguan tersebut walaupun dengan syarat bahwa para siluman itu harus mendapatkan bagian dari hasil panen tersebut. Demikianlah hutan Roban sebelah barat ditebang seluruhnya. Tugas kini tinggal mengusahakan pengairan atas lahan yang telah dibuka itu.
Tetapi pada pelaksanaan sisa pekerjaan inipun tidak luput dri gangguan maupun halangan-halangan. Gangguan utama adalah dari raja siluman Uling yang bernama Kolo Dribikso. Bendungan yang telah selesai dibuat untuk menaikkan air sungai dari Lojahan yang sekarang bernama sungai Kramat itu selalu jebol karena dirusak oleh anak buah raja Uling. Mengetahui hal itu Bahurekso langsung turun tangan, Semua anak buah raja Uling yang bermarkas disebuah Kedung sungai itu diserangnya. Korban berjatuhan di pihak Uling, Merahnya semburan-semburan darah membuat air kedung itu menjadi merah kehitaman “ gowok . Jw “ , maka kedung tersebut dinamakan Kedung Sigowok. Raja Uling marah melihat anak buahnya binasa. Dengan pedang Swedang terhunus ia menyerang Bahureksa. Karena kesaktian pedang Swedang tersebut, Bahureksa dapat dikalahkan. Siasat segera dilakukan. Atas nasehat ayahandanya Ki Ageng Cempaluk. Bahureksa disuruh masuk kedalam Keputren kerajaan Uling, untuk merayu adik sang raja yang bernama Dribusowati seorang putri siluman yang cantik. Rayuan Bahureksa berhasil. Dribusawati mau mencurikan pedang pusaka milik kakaknya itu, dan diserahkan kepadanya. Dengan pedang Swedang ditangan, dengan mudah raja Uling di kalahkan, dengan demikian maka gangguan terhadap bendungan sudah tidak pernah terjadi lagi. Tetapi bukan berarti hambatan-hambatan sudah tidak ada lagi.
Tenyata air bendungan itu tidak selalu lancar alirannya. Kadang- kadang besar, kadang- kadang kecil, bahkan tidak mengalir sama sekali. Setelah diteliti ternyata ada batang kayu (watang) besar yang melintang menghalangi aliran air. Berpuluh puluh orang disuruh mengangkat memindah watang tersebut, tetapi sama sekali tidak berhasil. Akhirnya Bahurekso turun tangan sendiri. Setelah mengheningkan cipta, memusatkan kekuatan dan kesaktiannya, watang besar itu dapat dengan mudah diangkat dan dengan sekali embat patahlah watang itu. Demikianlah peristiwa ngembat watang itu terjadilah nama Batang dari kata ngem Bat wa Tang (Batang). Orang Batang sendiri sesuai  dialeknya menyebut “ Mbatang. ” Melihat uraian dari sumber lisan atau legenda tersebut, kita dapat memperkirakan sejak kapan ini terjadi. Persiapan Mataram untuk menyerang Batavia adalah pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, tahun 1613 s/d 1628. Penyerangan pertama ke Batavia adalah pada tahun 1628, ambillah persiapan itu sedini- dininya, yaitu awal pemerintahan Sultan Agung, maka hal itu terjadi pada tahun 1613.
Betapa mudanya nama Batang ini terjadi dan dikenal. Majalah Karya Dharma Praja Mukti pernah memuat sesuatu tulisan kiriman Kusnin Asa, disitu disebutkan bahwa nama  Batang  dikenal pada jaman kerajaan Majapahit, sebagai suatu kota pelabuhan. Nama Batang berasal dari kata BATA-AN. Bata berarti batu, dan AN berarti satu atau pertama.
Sejarah Pemerintahan
Kabupaten Batang dapat dibagi dalam 3 periodisasi sejarah. Berdiri sebagai Kabupaten sejak awal abad 17 dan bertahan sampai dengan 31 Desember 1935. Per 1 Januari 1936, Batang secara resmi digabungkan kedalam Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
Tahun 1946, mulai ada gagasan untuk menuntut kembalinya status Kabupaten Batang. Ide pertama lahir dari Mohari yang disalurkan melalui sidang KNI Daerah dibawah pimpinan H.Ridwan. Sidang bertempat di gedung bekas rumah Contrder Belanda (Komres Kepolisian 922).
Tahun 1952, terbentuk sebuah Panitia yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Batang. Panitia ini dinamakan Panitia Pengembalian Kabupaten Batang, yang bertugas menjalankan amanat masyarakat Batang.
Dalam kepanitiaan ini duduk dari kalangan badan legislatif serta pemuka masyarakat yang berpengaruh saat itu. Susunan panitianya terdiri atas RM Mandojo Dewono (Direktur SGB Batang) sebagai Ketua, R. Abutalkah dan R. Soedijono (anggota DPRDS Kabupaten Pekalongan) sebagai Wakil Ketua. Panitia juga dilengkapi dengan dua anggota yaitu R. Soenarjo (anggota DPRDS yang juga Kepala Desa Kauman) dan Rachmat (anggota DPRDS).
Tahun 1953, Panitia menyampaikan Surat Permohonan terbentuknya kembali status Kabupaten Batang lengkap satu berkas, yang langsung diterima oleh Presiden Soekarno pada saat mengadakan peninjauan daerah dan menuju ke Semarang dengan jawaban akan diperhatikan.
Tahun 1955, Panitia mengutus delegasi ke pemerintah pusat, yang terdiri atas RM Mandojo Dewono, R.Abutalkah, dan Sutarto (dari DPRDS).
Tahun 1957, dikirim dua delegasi lagi. Delegasi I, terdiri atas M. Anwar Nasution (wakil ketua DPRDS), R.Abutalkah, dan Rachmat (Ketua DPRD Peralihan). Sedangkan delegasi II dipercayakan kepada Rachmat (Kepala Daerah Kabupaten Pekalongan), R.Abutalkah, serta M.Anwar Nasution.
Tahun 1962, mengirimkan utusan sekali. Utusan tersebut dipercayakan kepada M. Soenarjo (anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dan juga Wedana Batang) sebagai ketua, sebagai pelapor ditetapkan Soedibjo (anggota DPRD), serta dibantu oleh anggota yaitu H. Abdullah Maksoem dan R. Abutalkah.
Tahun 1964, dikirim empat delegasi. Delegasi I, ketuanya dipercayakan R. Abutalkah, sedang pelapor adalah Achmad Rochaby (anggota DPRD). Delegasi ini dilengkapi lima orang anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, yaitu Rachmat, R. Moechjidi, Ratam Moehardjo, Soedibjo, dan M. Soenarjo.
Delegasi II, susunan keanggotaannya sama dengan Delegasi I tersebut, sebelum menyampaikan tuntutan rakyat Batang seperti pada delegasi-delegasi terdahulu, yaitu kepada Menteri Dalam Negeri di Jakarta diawali penyampaian tuntutan tersebut kepada Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah di Semarang.
Delegasi III, yang juga susunan keanggotaannya sama dengan Delegasi I dan II kembali mengambil langkah menyampaikan tuntutan rakyat Batang langsung kepada Mendagri. Sedang Delegasi IV mengalami perubahan susunan keanggotaan. Dalam delegasi ini sebagai ketua R. Abutalkah, sebagai wakil ketua Rachmat, sedangkan sebagai pelapor adalah Ratam Moehardjo, Ahmad Rochaby sebagai sekretaris I, R. Moechjidi sebagai sekretaris II serta dilengkapi anggota yaitu Soedibjo dan M. Soenarjo.
Tahun 1965, diutus delegasi terakhir. Sebagai ketua R. Abutalkah, wakil ketua Rachmat, sekretaris I Achmad Rochaby, sekretaris II R. Moechjidi, pelapor Ratam Moehardjo serta dilengkapi dua orang anggota yaitu M. Soenarjo dan Soedibjo. Delegasi terakhir atau kesepuluh itu, memperoleh kesempatan untuk menyaksikan sidang paripurna DPR GR dalam acara persetujuan dewan atas Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Pemerintah Kabupaten Batang menjadi Undang-undang.
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Batang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1965, yang dimuat dalam Lembaran Negara Nomor 52, tanggal 14 Juni 1965 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20 Tahun 1965, tanggal 14 Juli 1965.
Tanggal 8 April 1966, bertepatan hari Jumat Kliwon, yaitu hari yang dianggap penuh berkah bagi masyarakat tradisional Batang, dengan mengambil tempat di bekas Kanjengan Batang lama (rumah dinas yang sekaligus kantor para Bupati Batang lama) dilaksanakan peresmian pembentukan Daerah Tingkat II Batang.
Upacara yang berlangsung khidmat dari jam 08.00 s/d 11.00 itu, ditandai antara lain dengan Pernyataan Pembentukan Kabupaten Batang oleh Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah Brigjend (Tit) KKO-AL Mochtar, pelantikan R. Sadi Poerwopranoto sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Batang, serah terima wewenang wilayah dari Bupati KDH Pekalongan kepada Pejabat Bupati KDH Batang, serta sambutan dari Gubernur Kepala Daerah Jawa Tengah.


GABUNG DI GRUP FB : BATANG LOVERS COMUNITY

SEJARAH TENTANG KABUPATEN BATANG

Kabupaten Batang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Batang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Kendal di timur, Kabupaten Banjarnegara di selatan, serta Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan di barat.

Geografi

Sebagian besar wilayah Kabupaten Batang merupakan perbukitan dan pegunungan. Dataran rendah di sepanjang pantai utara tidak begitu lebar. Di bagian selatan adalah terdapat Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prau (2.565 meter).
Ibukota Kabupaten Batang terletak di ujung barat laut wilayah kabupaten, yakni tepat di sebelah timur Kota Pekalongan, sehingga kedua kota ini seolah-olah menyatu. Kabupaten Batang terletak pada 6o 51' 46" sampai 7o 11' 47" Lintang Selatan dan antara 109o 40' 19" sampai 110o 03' 06" Bujur Timur di pantai utara Jawa Tengah . Luas daerah 78.864,16 Ha. Batas-batas wilayahnya sebelah utara Laut Jawa, sebelah timur Kabupaten Kendal, sebelah selatan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, sebelah barat Kota dan Kabupaten Pekalongan.


Sejarah Batang

Kabupaten Batang dapat dibagi dalam 3 periodisasi sejarah. Berdiri sebagai Kabupaten sejak awal abad 17 dan bertahan sampai dengan 31 Desember 1935. Per 1 Januari 1936, Batang secara resmi digabungkan kedalam Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
Tahun 1946, mulai ada gagasan untuk menuntut kembalinya status Kabupaten Batang. Ide pertama lahir dari Mohari yang disalurkan melalui sidang KNI Daerah dibawah pimpinan H.Ridwan. Sidang bertempat di gedung bekas rumah Contrder Belanda (Komres Kepolisian 922).
Tahun 1952, terbentuk sebuah Panitia yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Batang. Panitia ini dinamakan Panitia Pengembalian Kabupaten Batang, yang bertugas menjalankan amanat masyarakat Batang.
Dalam kepanitiaan ini duduk dari kalangan badan legislatif serta pemuka masyarakat yang berpengaruh saat itu. Susunan panitianya terdiri atas RM Mandojo Dewono (Direktur SGB Batang) sebagai Ketua, R. Abutalkah dan R. Soedijono (anggota DPRDS Kabupaten Pekalongan) sebagai Wakil Ketua. Panitia juga dilengkapi dengan dua anggota yaitu R. Soenarjo (anggota DPRDS yang juga Kepala Desa Kauman) dan Rachmat (anggota DPRDS).
Tahun 1953, Panitia menyampaikan Surat Permohonan terbentuknya kembali status Kabupaten Batang lengkap satu berkas, yang langsung diterima oleh Presiden Soekarno pada saat mengadakan peninjauan daerah dan menuju ke Semarang dengan jawaban akan diperhatikan.
Tahun 1955, Panitia mengutus delegasi ke pemerintah pusat, yang terdiri atas RM Mandojo Dewono, R.Abutalkah, dan Sutarto (dari DPRDS).
Tahun 1957, dikirim dua delegasi lagi. Delegasi I, terdiri atas M. Anwar Nasution (wakil ketua DPRDS), R.Abutalkah, dan Rachmat (Ketua DPRD Peralihan). Sedangkan delegasi II dipercayakan kepada Rachmat (Kepala Daerah Kabupaten Pekalongan), R.Abutalkah, serta M.Anwar Nasution.
Tahun 1962, mengirimkan utusan sekali. Utusan tersebut dipercayakan kepada M. Soenarjo (anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dan juga Wedana Batang) sebagai ketua, sebagai pelapor ditetapkan Soedibjo (anggota DPRD), serta dibantu oleh anggota yaitu H. Abdullah Maksoem dan R. Abutalkah.
Tahun 1964, dikirim empat delegasi. Delegasi I, ketuanya dipercayakan R. Abutalkah, sedang pelapor adalah Achmad Rochaby (anggota DPRD). Delegasi ini dilengkapi lima orang anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, yaitu Rachmat, R. Moechjidi, Ratam Moehardjo, Soedibjo, dan M. Soenarjo.
Delegasi II, susunan keanggotaannya sama dengan Delegasi I tersebut, sebelum menyampaikan tuntutan rakyat Batang seperti pada delegasi-delegasi terdahulu, yaitu kepada Menteri Dalam Negeri di Jakarta diawali penyampaian tuntutan tersebut kepada Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah di Semarang.
Delegasi III, yang juga susunan keanggotaannya sama dengan Delegasi I dan II kembali mengambil langkah menyampaikan tuntutan rakyat Batang langsung kepada Mendagri. Sedang Delegasi IV mengalami perubahan susunan keanggotaan. Dalam delegasi ini sebagai ketua R. Abutalkah, sebagai wakil ketua Rachmat, sedangkan sebagai pelapor adalah Ratam Moehardjo, Ahmad Rochaby sebagai sekretaris I, R. Moechjidi sebagai sekretaris II serta dilengkapi anggota yaitu Soedibjo dan M. Soenarjo.
Tahun 1965, diutus delegasi terakhir. Sebagai ketua R. Abutalkah, wakil ketua Rachmat, sekretaris I Achmad Rochaby, sekretaris II R. Moechjidi, pelapor Ratam Moehardjo serta dilengkapi dua orang anggota yaitu M. Soenarjo dan Soedibjo. Delegasi terakhir atau kesepuluh itu, memperoleh kesempatan untuk menyaksikan sidang paripurna DPR GR dalam acara persetujuan dewan atas Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Pemerintah Kabupaten Batang menjadi Undang-undang.
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Batang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1965, yang dimuat dalam Lembaran Negara Nomor 52, tanggal 14 Juni 1965 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20 Tahun 1965, tanggal 14 Juli 1965.
Tanggal 8 April 1966, bertepatan hari Jumat Kliwon, yaitu hari yang dianggap penuh berkah bagi masyarakat tradisional Batang, dengan mengambil tempat di bekas Kanjengan Batang lama (rumah dinas yang sekaligus kantor para Bupati Batang lama) dilaksanakan peresmian pembentukan Daerah Tingkat II Batang.
Upacara yang berlangsung khidmat dari jam 08.00 s/d 11.00 itu, ditandai antara lain dengan Pernyataan Pembentukan Kabupaten Batang oleh Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah Brigjend (Tit) KKO-AL Mochtar, pelantikan R. Sadi Poerwopranoto sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Batang, serah terima wewenang wilayah dari Bupati KDH Pekalongan kepada Pejabat Bupati KDH Batang, serta sambutan dari Gubernur Kepala Daerah Jawa Tengah.

 Daftar Bupati
  1. R. Sadi Poerwopranoto, 8 April 1966 s/d 31 Mei 1967
  2. R. Harjono Prodjodirdjo, 31 Mei 1967 s/d 10 Oktober 1972
  3. Soejitno, 10 November 1972 s/d 21 Maret 1979
  4. Soekirdjo, 21 Maret 1979 s/d 1 Januari 1988
  5. Soehoed, 26 Juli 1988 s/d 26 Juli 1993
  6. Moeslich Effendi, SH, 26 Juli 1993 - 26 Juli 1998
  7. Djoko Poernomo, SH, MM, 22 Oktober 1998 - 7 Agustus 2001
  8. Bambang Bintoro, SE, 11 Februari 2002 - sekarang

Pembagian administratif

Kabupaten Batang terdiri atas 15 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Batang.
Di samping Batang, kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Tulis, Subah, Gringsing (Plelen); ketiganya berada di jalur pantura serta Limpung sebagai segitiga emas pertemuan bisnis Tersono, Bawang, Bandar. Juga di selatan kota Batang ada Bandar yang saat ini berkembang pesat.


Pendidikan

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 6 472 58 8 2 0 0
Swasta 319 115 41 16 11 0 0
Total 325 587 99 24 13 0 0
Data sekolah di Kabupaten Batang
Sumber:[2]


Transportasi

Batang dilalui jalan negara jalur pantura(Jalan Daendels 1808 M) , yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi ). Meski jalan negara tersebut memiliki 5 lajur, 3 di kanan dan 2 di kiri, namun saat musim mudik lebaran terjadi kemacetan di jalur ini. Tersedia jalur alternatif untuk menghindari kemacetan ini, yaitu melalui Batang - Bandar - Blado - Reban - Bawang - Sukorejo - Parakan - Temanggung - Magelang - Jogja dan Batang - Bandar - Limpung - Tersono - Sukorejo - Weleri - Semarang.
Kabupaten Batang juga dilintasi jalur kereta api lintas utara pulau Jawa (Jakarta-Surabaya). Karena kedekatannya dengan Kota Pekalongan yang lebih besar, kebanyakan kereta api tidak berhenti di stasiun Batang. Naik kereta api melalui wilayah Kabupaten Batang sangat menarik dan tidak membosankan, karena rel berada tepat di tepi pantai yang memiliki pemandangan indah.
Terminal angkutan Bus terpenting di Kabupaten Batang adalah Terminal Banyuputih dan Terminal Limpung yang selalu ramai disinggahi bus antar kota . Sedangkan Bus Antar Kota-antar propinsi akan singgah untuk istirahat di banyak restaurant di Kecamatan Gringsing .
Terminal angkutan barang / truk ada di Banyuputih dan Timbang , sehngga Batang yang terletak di pertengahan pulau Jawa selalu disinggahi truk-truk barang antar pulau di Indonesia .


Perekonomian

Posisi wilayah Kabupaten Batang berada pada jalur ekonomi pulau Jawa sebelah utara. Arus transportasi dan mobilitas yang tinggi di jalur pantura memungkinkan berkembangnya kawasan tersebut yang cukup prospektif di sektor jasa transit dan transportasi.
Kondisi wilayah Kabupaten Batang yang merupakan kombinasi antara daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan, menjadikan Kabupaten Batang berpotensi yang sangat besar untuk agroindustri, agrowisata dan agribisnis.



Potensi Investasi

Terdapat banyak industri tekstil di wilayah Kabupaten Batang, dari skala rumah tangga sampai industri berorientasi ekspor, antara lain PT Primatex dan PT Saritex. Wilayah Kabupaten Batang sangat strategis dari sisi ekonomi, karena dilewati oleh jalur perdagangan nasional, jalan pantura. Wilayahnya yang memiliki garis pantai yang terhitung panjang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan maupun pelabuhan kargo untuk barang-barang hasil produksi industri setempat.
Rencana Pemerintah Pusat untuk membangun jaringan transmisi gas bumi dari Cirebon, Jawa Barat ke Gresik, Jawa Timur memiliki potensi tumbuhnya industri besar disepanjang jalur pipa gas tersebut. Pasokan listrik di wilayah Batang juga dapat diandalkan, karena dilewati oleh jaringan SUTET milik PT PLN (persero). Di beberapa wilayah juga memiliki potensi energi hidro yang dapat dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Wilayah Batang yang sangat luas, dengan sejarah bencana geologi yang hampir tidak ada, ditunjang sumber daya manusia yang melimpah akan menguntungkan bagi investor yang hendak membangun industri di wilayah ini.

                                                                    GABUNG DI GRUP FB : BATANG LOVERS COMUNITY

Kabupaten Batang
Lambang Kabupaten Batang.png
Lambang Kabupaten Batang
Motto: Batang Berkembang
Locator kabupaten batang.gif
Peta lokasi Kabupaten Batang
Koordinat: -
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 9/1965
Tanggal 14 July 1965
Pemerintahan
 - Bupati B.BINTORO
 - DAU Rp. 472.388.323.000,-(2011)[1]
Luas 788,00 km2
Populasi
 - Total 694.000 jiwa (2006)
 - Kepadatan 880,71 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0285
Pembagian administratif
 - Kecamatan 15
 - Kelurahan 239/9
 - Situs web http://www.batangkab.go.id





Sabtu, 17 Desember 2011

RAPAT PLENO - PENETAPAN PEMENANG PILKADA KAB. BATANG

BATANG- Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Batang, Yoyok Riyo Sudibyo-Sutadi (Yodi), unggul dalam Pilkada Batang.

 Hasil ini didapat dari penghitungan suara dalam rapat pleno terbuka KPU tingkat kabupaten di Gedung Korpri Batang, Sabtu (17/12).

Pasangan Yodi mendapatkan 171.184 suara atau 40,42 %, disusul pasangan Dhedy Irawan-Mujarwo (Dhewo) yang meraih 156.163 suara atau 36,87 %, serta pasangan Susi Iriani-dokter Lafran Pancaputranto (Bersusila) yang mendapat 96.183 suara atau 22,71 %. Perhitungan tersebut merupakan hasil rekapitulasi suara dari 15 PPK se-Kabupaten Batang.

Dalam rapat pleno terbuka yang di­pimpin Ketua KPU Batang Adi Pra­noto itu dibacakan rekapitulasi suara satu per satu dari hasil perhitungan di tingkat kecamatan.

Proses rekapitulasi dihadiri tiga saksi dari masing-masing pasangan calon, Panwaskab, dan dihadiri unsur Muspida, tim sukses, serta ketua partai pendukung pasangan calon.

Penetapan Pasangan

Yodi dengan nomor urut 1 merupakan pasangan yang diusung Partai Golkar, Demokrat, PPP, PAN, PDP, dan beberapa partai nonparlemen. Bersusila dengan nomor urut 2 diusung tunggal oleh PDIP, sedangkan Dhewo yang bernomor urut 3 diusung PKB, Hanura, Gerindra, PKS dan PKPB.

Ketua KPU Adi Pranoto mengemukakan, proses rekapitulasi suara dari masing-masing PPK secara terbuka sudah dilakukan dan dapat diketahui bersama, dengan disaksikan para saksi maupun masyarakat secara umum. Setelah dilakukan rekapitulasi suara ini, lanjut dia, berita acara akan dijadikan dasar penetapan pasangan calon terpilih yang dijadwalkan akan digelar pada Selasa (19/12) mendatang.

”Berita acara rekapitulasi suara sudah dibuat. Ini sebagai dasar penetapan pasangan calon terpilih dalam Pilkada Batang 2011,” tandas Adi. Dalam rapat pleno terbuka tersebut dijaga ketat aparat dari Polres Batang, Brimob Pekalongan, serta Satpol PP.


sumber : suara merdeka

GABUNG DI GRUP FB : BATANG LOVERS COMUNITY


Kamis, 15 Desember 2011

5 KONTESTAN UNGGULAN ASIA DI MISS UNIVERSE 2011



Anda boleh ikut berbangga hati karena kali ini, cukup banyak wakil dari Asia yang menarik perhatian dunia.

Dengan pesona masing-masing negara yang berbeda namun disatukan oleh satu benua, beberapa kontestan Miss Universe 2011 yang berasal dari benua Asia berhasil menarik perhatian dunia. Setiap kontestan ini memiliki keunggulan tersendiri, dan dengan demikian membawa nama mereka disejajarkan dengan kontestan dari Eropa dan Amerika Latin.

Luo Zilin - Miss China


Model berusia 24 tahun ini memiliki tinggi menjulang tidak kalah dengan pesaing dari benua lain, 182m! Miss China ini memiliki sikap, pengalaman modelling, tubuh dan ekspresi wajah yang paling kuat untuk bersaing dengan kontestan dari Eropa dan juga si langganan juara, para wanita Latin. Tidak heran, Luo Zilin telah dipersiapkan dengan berbagai pelatihan tentang tata cara Barat hingga segala hal detail tentang beauty contest, karantina dan penjurian.

Shamcey Gurrea Supsup - Miss Philippines


Kulit coklat dan wajahnya yang eksotik membuat seluruh dunia mengakui kecantikan gadis 24 tahun ini. Dengan kepercayaan diri, orisinalitas, keseksian dan moto When the going gets tough, the tough gets going, Shamcey menjadi pesaing yang tangguh karena kemauannya untuk mati-matian berjuang meraih tujuan.

Nadine Alexandra Dewi Ames - Miss Indonesia


Walaupun tidak seeksotis Shamcey, namun Nadine dinilai paling fo****nic di antara kontestan Asia lainnya. Hasil wawancara beauty talk dari wakil Indonesia ini juga terlihat berbeda dan lebih berbobot dari kontestan lainnya. Semoga saja Nadine mampu segera menunjukkan kemampuannya di beberapa bidang yang lain, sehingga dapat mencuri perhatian publik.

Jung So-ra - Miss South Korea


Sementara wakil Asia lainnya mengunggulkan keeksotisan kulit coklat mereka (bahkan hingga melakukan tanning!), Jung So-ra tetap tampil natural, menampilkan kulit putih dan sisi orientalnya yang begitu kental. Oleh karena kecantikannya ini, foto Jung So-ra paling mudah ditemukan di antara kontestan Asia lainnya dalam masa karantina yang berlangsung sejak hari Minggu kemarin.

Deborah Priya Henry - Miss Malaysia




Kenyang pengalaman dan memiliki postur tubuh yang mendukung, Deborah disebut-sebut bisa menjadi pesaing yang kuat. Maklum saja, miss Malaysia ini sudah mengikuti kontes Miss World di tahun 2007. Walaupun tidak semenonjol Miss China ataupun Miss Philippines, dengan karakter wajah blasteran yang kuat Deborah bisa mengungguli kontestan Asia lainnya jika dia mengeluarkan semua kemampuannya.

KANG YUI FOTO MODEL CANTIK N SEKSI















POLWAN CANTIK TAIWAN














FOTO FOTO JUARA INTERNASIONAL











HEO YUN MI MODEL CANTIK DI RANJANG
















BANG EUN YOUNG MODEL CANTIK DAN SEKSI KOREA


Bang Eun Young





FOTO SEKSI TERBARU AURA KASIH













.