Kamis, 17 November 2011

PROSES PENGHILANGAN KANJI ( DESIZING ) PADA KAIN KAPAS


I.    MAKSUD DAN TUJUAN
A.   MAKSUD
Mempelajari bagaimana mekanisme penghilangan kanji yang terdapat pada bahan kapas yang berasal dari pertenunan.
B.   TUJUAN
1.    Membandingkan mekanisme penghilangan kanji cara enzim dengan metode Exhaust / Perendaman dan metode Pad Batching.
2.    Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses penghilangan kanji cara enzim.
3.    Menguasai cara proses penghilangan kanji cara enzim dengan metode Exhaust / Perendaman dan metode Pad Batching.
4.    Menganalisa dan mengevaluasi hasil proses penghilangan kanji dengan uji penghilangan kanji dan % pengurangan berat.

II.    TEORI DASAR
A.   PROSES PENGHILANGAN KANJI
Proses penghilangan kanji ( Desizing ) bertujuan untuk menghilangkan kanji yang terdapat pada bahan yang berasal dari pertenunan. Proses ini merupakan proses awal dalam industri penyempurnaan tekstil. Benang lusi kain tenun biasanya dikanji untuk menambah kekuatannya agar permukaan benang licin dan tahan gesekan serta tarikan. Pemilihan jenis kanji yang dipakai ditentukan oleh jenis serat. Sedangkan cara penghilangan kanji sendiri bergantung pada jenis kanji dan sifat-sifat serat. Metode yang digunakan adalah cara Exhaust ( perendaman ) dan cara kontinyu. Bahan yang telah dihilangkan kanjinya diharapkan memiliki sifat daya serap terhadap air dan zat warna yang baik.
Beberapa jenis kanji memiliki sifat khusus misalnya : tepung kanji kristal akan sulit larut, kanji PVA akan sensitif terhadap alkali, kanji poliakrilat dapat dihilangkan dengan amonia pada kondisi alkali, dan kanji CMC ( Karboksimetil selulosa ) akan larut dalam air panas. Zat penganji sendiri dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu :
1.    Kanji yang mudah terdegradasi
2.    Kanji yang larut dalam air
3.    Kanji yang tidak larut dalam air dan tahan air ( water resistant )

Karakteristik kanji dapat dilihat pada tabel berikut :
Jenis Kanji
Karekteristik
Zat Penghilang Kanji
Starch
Modifikasi Starch
Mudah didegradasi
Enzim
Oksidator
Akrilat, PVA, CMC, Spec, Modifikasi Starch
Larut dalam air
Penggelembungan dalam air panas
Modifikasi akrilat / PES
Tahan air
Netralisasi dan dispersi

Penghilanagn kanji dengan pemakaian enzim dan oksidator akan mendegradasi kanji yang tidak larut menjadi larut. Faktor yang berpengaruh dalam proses ini adalah ketepatan pemilihan dan konsentrasi zat penghilang kanji, kondisi proses seperti pH, suhu, dan waktu, serta metode yang digunakan.
Proses penghilangan kanji dapat dilakukan dengan cara :
a.    Penghilangan kanji dengan enzim
b.    Penghilangan kanji dengan oksidator ( hidrogen peroksida / H2O2 ), amonium persulfat / ( NH4 )2S2O8 , kalium persulfat / K2S2O8
c.    Penghilangan kanji dengan asam ( HCl, H2SO4 )
d.    Penghilangan kanji dengan alkali ( NaOH )
e.    Penghilangan kanji dengan perendaman air
Beberapa metode penghilangan kanji yaitu :
1.    Metode Perendaman / Exhaust
Pada metode ini kain direndam dalam larutan penghilang kanji pada suhu dan waktu tertentu, metode ini merupakan proses diskontinyu, cocok untuk produksi dengan kapasitas kecil. Mesin yang biasa dipakai adalah mesin jigger, winch, jet dyeing, dll.
2.    Metode Pad Batching / rendam-peras-bacam
Pada metode ini kain setelah direndam pada larutan dalam mesin padder kemudian diperas dan digulung pada rol, kemudian dibungkus plastik dan dibacam/diperam sambil diputar selama waktu tertentu, metode ini merupakan proses semi-kontinyu.
3.    Metode Pad Steaming / rendam-peras-kukus
Pada metode ini kain setelah direndam pada larutan dalam mesin padder kemudian diperas dan dikukus pada suhu 105 0 C selama kurang lebih 10 menit, kemudian dicuci bersih.

B.   PROSES PENGHILANGAN KANJI CARA ENZIM
Enzim adalah suatu senyawa protein yang dihasilkan oleh jasad renik tertentu yang mampu menghidrolisa kanji pati, protein, dan lemak. Enzim untuk menghidrolisa kanji pati disebut enzim amilase, yang dapat dihasilkan oleh malt ( gandum ), pankreas ( jeroan hewan ternak ), dan bakteri. Enzim amilase meghidrolisa kanji pati/amilum menjadi dekstrin kemudian menjadi glukosa/gula yang larut dalam air.
Tabel kondisi optimum enzim amilase :
Jenia Amilase
pH optimum
Suhu Proses
Konsentrasi
Bacterial Amilase
6,8
75 0 C
0,5 – 1 g/l
Pankreatik Amilase
6,8
55 0 C
1 – 3 g/l + 5 g/l NaCl
Malt Amilase
4,5 – 5,5
60 0 C
3 – 20 g/l

Pemakaian enzim sangat cocok untuk proses penghilanagn kanji alam yang terbuat dari kanji pati yang biasa digunakan pada bahan serat alam seperti katun, rayon maupun campurannya dengan serat sintetik, karena enzim tidak akan merusak serat karena enzim bekerja sangat spesifik hanya menghidrolisa kanji pati saja. Metode proses ini biasanya adalah metode rendam-peras-bacam / Pad Batching, baik Cold Pad Batching maupun Hot Pad Batching. Faktor yang berpengaruh dalam proses ini adalah konsentrasi enzim, pH, suhu, waktu peram, dan Wet Pick Up / WPU

III.    PRAKTIKUM
A.   ALAT DAN BAHAN
1.    Metode Exhaust /  Perendaman
·         1 buah gelas piala porselin 500 ml
·         1 buah pengaduk kaca
·         1 buah gelas piala 100 ml
·         1 set kasa + kaki tiga + pembakar Bunsen
·         1 buah timbangan digital
·         1 buah termometer
·         1 lembar bahan kapas
·         0,8 % enzim
·         1 ml/ l pembasah

2.    Metode Pad Batching / Rendam-Peras-Bacam
·         1 buah gelas piala porselin 500 ml
·         1 buah pengaduk kaca
·         1 buah gelas piala 100 ml
·         1 set kasa + kaki tiga + pembakar Bunsen
·         1 buah timbangan digital
·         1 buah termometer
·         1 lembar bahan kapas
·         10 g/l enzim
·         1 ml/ l pembasah
·         Mesin Padder

B.   DIAGRAM ALIR PRAKTEK
1.    Metode Exhaust /  Perendaman













 





















2.    Metode Pad Batching / Rendam-Peras-Bacam













Evaluasi kain dengan uji hasil penghilangan kanji
dan % pengurangan berat
 
 



















C.   RESEP
1.    Metode Exhaust /  Perendaman
Enzim           = 0,8 %
Pembasah    = 1 ml / L
VLOT           = 1 : 20
Suhu             = 70 0 C
Waktu           = 1 jam
2.    Metode Pad Batching / Rendam-Peras-Bacam
Enzim           = 10 g / l
Pembasah    = 1 ml / L
WPU            = 80 %
Suhu             = 70 0 C
Waktu           = 6 jam



D.   FUNGSI ZAT
Enzim                    =   zat penghilang kanji
Pembasah             =   menurunkan tegangan permukaan bahan, memudahkan bahan      
                                   terbasahi    
          
E.    PERHITUNGAN RESEP
1.    Metode Exhaust /  Perendaman
Berat bahan kering (BK)      = 12,7 g
Jumlah larutan (Air)             = VLOT x BK
= 20 x 12,7 g
= 254 g
= 254 ml ( ρ air = 1 g/cm3 )
% (cara perendaman)          = WPU  x  g/l (cara pad batching)
                    1000
= 80  x  10
      1000
= 0,8 %
Enzim                                   = 0,8 % x BK
= 0,8 x 12,7 g
                                               100
= 0,1016 g
= 0,1016 g  x  Faktor Pengenceran
    1 gram
= 0,1016 g  x  100 ml
    1 gram
= 10,16 ml
Pembasah                            = 1 ml         x  Air  x  Faktor Pengenceran
                                                1000 ml
= 1 ml         x  254 ml  x  100 
   1000 ml
= 0,254 ml  x  100
= 25,4 ml




2.    Metode Pad Batching / Rendam-Peras-Bacam
Berat bahan kering (BK)      = 12,5 g
Jumlah larutan (Air)             = 100 ml
Enzim                                   = 100 ml   x  10 g
                                                1000 ml
= 1 gram
Pembasah                            = 100 ml   x  1 ml
                                                1000 ml
= 0,1 ml
=  ± 1 tetes

F.    SKEMA PROSES
1.    Metode Exhaust /  Perendaman











2.    Metode Pad Batching / Rendam-Peras-Bacam











G.   LANGKAH KERJA
1.    Metode Exhaust /  Perendaman
a.    Memotong bahan kain kemudian menimbang kain dengan timbangan digital.
b.    Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan penghilang kanji dalam gelas piala porselin.
Pembuatan Larutan Induk Enzim :
·   Mengambil 1 gram enzim ke dalam gelas piala dan mengencerkan hingga 100 ml.
·   Mengambil 10,16 ml larutan induk enzim dan memasukkan ke dalam gelas piala porselin.
·   Mengambil 1 gram pembasah ke dalam gelas piala dan mengencerkan hingga 100 ml.
·   Mengambil 25,4 ml larutan pembasah dan memasukkan ke dalam gelas piala porselin.
·   Menambahkan air hingga 254 ml ke dalam gelas piala porselin dan homogenkan.
c.    Memanaskan larutan penghilang kanji diatas pembakar bunsen sampai suhu 70 0 C.
d.    Memasukkan bahan/kain ke dalam gelas piala porselin yang sudah dipanaskan dan mengaduk agar merata.
e.    Ketika suhu turun,memanaskan lagi sampai suhu 70 0 C.
f.     Melakukan pemanasan tersebut secara kontinyu sampai suhu stabil 700  C selama 1 jam.
g.    Mencuci bersih kain tersebut dengan air panas kemudian mencuci dengan air dingin.
h.    Mengeringkan kain dan mengevaluasi kain tersebut dengan menggunakan larutan Yodium 0,1 N.
2.    Metode Pad Batching / Rendam-Peras-Bacam
a.    Memotong bahan kain kemudian menimbang kain dengan timbangan digital.
b.    Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan penghilang kanji dalam gelas piala porselin.
Pembuatan Larutan Penghilang Kanji :
·   Mengambil 1 gram enzim ke dalam gelas piala 100 ml.
·   Mengambil 0,1 ml atau 1 tetes pembasah ke dalam gelas piala 100 ml.
·   Mengencerkan enzim dan pembasah sampai 100 ml dan memindahkan larutan tersebut ke dalam gelas piala porselin.
c.    Memanaskan larutan penghilang kanji diatas pembakar bunsen sampai suhu 70 0 C.
d.    Mengisi padder dengan larutan penghilang kanji, kemudian merendam bahan dan memeras bahan dengan mesin padder.
e.    Setelah selesai, menggulung bahan dan membungkusnya di dalam plastik.
f.     Memeram selama 6 jam.
g.    Mencuci bersih kain tersebut dengan air panas kemudian mencuci dengan air dingin.
h.    Mengeringkan kain dan mengevaluasi kain tersebut dengan menggunakan larutan Yodium 0,1 N.

IV.    DATA PRAKTIKUM
A.   METODE EXHAUST / PERENDAMAN
Berat Kain Awal (BK Awal)        = 12,7 g
Berat Kain Akhir (BK Akhir)       = 11 g
Enzim                                         = 10,16 ml
Pembasah                                  = 25,4 ml
Larutan / Air                               = 254 ml
VLOT                                         = 1 : 20
Suhu                                           = 70 0 C
Waktu                                         = 1 Jam
Tes Penghilangan Kanji             =
% Pengurangan Berat               = 13,38 %
Dimana perhitungan % pengurangan berat = BK Awal – BK Akhir  x  100 %
      BK Awal
       = 12,7 g – 11 g  x  100 %
    12,7 g
       = 13,38 %
B.   METODE PAD BATCHING / RENDAM-PERAS-BACAM
Berat Kain Awal (BK Awal)        = 12,5 g
Berat Kain Akhir (BK Akhir)       = 10,8 g
Enzim                                         = 1 g
Pembasah                                  = 0,1 ml
Larutan / Air                               = 100 ml
WPU                                          = 80 %
Suhu                                           = 70 0 C
Waktu                                         = 6 Jam
Tes Penghilangan Kanji             =
% Pengurangan Berat               = 13,6 %
Dimana perhitungan % pengurangan berat = BK Awal – BK Akhir  x  100 %
      BK Awal
       = 12,5 g – 10,8 g  x  100 %
      12,5 g
       = 13,6 %

V.    DISKUSI
Pada praktikum proses penghilangan kanji ini, tujuan yang ingin dicapai adalah membandingkan hasil dari proses  penghilangan kanji antara metode Exhaust / Perendaman dengan metode Pad Batching. Pada metode Exhaust / Perendaman dengan berat kain awal adalah 12,7 gram digunakan enzim sebanyak 10,16 ml dan pembasah sebanyak 25,4 ml ( setelah melalui pengenceran dan perhitungan sesuai resep ) serta larutan yang digunakan sebanyak 254 ml ( hasil kali VLOT dan Berat kain awal ). Sedangkan pada metode Pad Batching dengan berat kain awal 12,5 gram digunakan 1 gram enzim dan 0,1 ml pembasah dalam 100 ml larutan penghilang kanji.
Dari dua metode diatas terlihat bahwa larutan penghilang kanji yang digunakan pada metode Exhaust / Perendaman lebih banyak daripada larutan penghilang kanji pada metode Pad Batching. Begitu juga dengan konsentrasi enzim dan pembasah yang digunakan. Jumlan enzim dan pembasah pada metode Exhaust /Perendaman lebih banyak daripada jumlah enzim dan pembasah yang digunakan pada metode Pad Batching. Akibat dari perbedaan jumlah larutan penghilang kanji ini, maka hasil yang diperoleh pun berbeda. Persentase (%) pengurangan berat pada metode Exhaust / Perendaman lebih besar daripada persentase (%) pengurangan berat pad metode Pad Batching. Keadaan ini terlihat pada saat uji pengurangan berat / uji kuantitatif diperoleh bahwa berat kain akhir pada metode Exhaust / Perendaman adalah 11 gram dan berat kain akhir pada metode Pad Batching adalah 11,2 gram. Hal ini berarti jumlah kanji pada kain yang hilang dengan metode Exhaust / Perendaman lebih banyak daripada jumlah kanji pada kain yang hilang dengan metode Pad Batching. Hasil yang diperoleh berdasarkan perhitungan adalah % pengurangan berat pada metode Exhaust / Perendaman adalah 13,38 % sedangkan % pengurangan berat pada metode Pad Batching adalah 10,4 %.
Hasil pengujian ini dilanjutkan dengan tes uji penghilangan kanji dengan larutan Yodium 0,1 N ( uji kualitatif ). Dengan metode Exhaust / Perendaman kain yang telah ditetesi larutan Yodium berwarna kuning kecoklatan yang berarti kanji sudah hilang tetapi masih terdapat sedikit sisa-sisa dekstrin pada kain. Sedangkan dengan metode Pad Batching kain yang sudah ditetesi larutan Yodium berwarna coklat kekuningan yang berarti masih ada dekstrin / kanji sudah larut tetapi masih ada pada kain.
Ditinjau dari metodenya sendiri, proses penghilangan kanji dengan metode Pad Batching memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pada metode Exhaust / Perendaman. Sedangkan apabila dilihat dari cara kerjanya, pada metode Pad Batching diperlukan keahlian dalam mengoperasikan mesin Padder dan praktikan pun harus memeram gulungan kain selama 6 jam. Sebaliknya pada metode Exhaust / Perendaman praktikan hanya perlu memanaskan larutan penghilang kanji dan kain selama 1 jam pada suhu 70 0 C diatas pembakar Bunsen. Uraian diatas menunjukkan bahwa metode Exhaust / Perendaman lebih praktis daripada metode Pad Batching. Dari cara kerja masing-masing metode jelas terlihat bahwa kanji yang hilang pada metode Exhaust / Perendaman lebih banyak daripada kanji yang hilang pada metode Pad Batching. Hal ini karena pada metode Exhaust / Perendaman proses pemanasan larutannya lebih lama daripada proses pemanasan larutan pada metode Pad batching.

VI.    KESIMPULAN
·         Dilihat dari cara kerja dan waktu yang diperlukan, metode Exhaust / Perendaman lebih praktis dan singkat daripada metode Pad Batching.
·         Dilihat dari jumlah larutan dan konsentrasi zat yang digunakan, kanji yang hilang pada metode Exhaust / Perendaman lebih banyak daripada pada metode Pad Batching.
·         Metode Exhaust / Perendaman lebih baik daripada metode Pad Batching terlihat dari hasil uji penghilangan kanji yaitu :
  Pada metode Exhaust / Perendaman
% pengurangan berat             = 13,38 %
Tes uji penghilang kanji           = kuning kecoklatan
  Pada metode Pad Batching
% pengurangan berat             = 10,4 %
Tes uji penghilang kanji           = coklat kekuningan
·         Faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses penghilangan kanji adalah konsentrasi zat penghilang kanji ( enzim dan pembasah ), kondisi proses yang meliputi suhu dan waktu serta metode yang digunakan.

VII.    DAFTAR PUSTAKA


Baca Artikel lainya:

0 comments:

Posting Komentar